Sabtu, 09 Juli 2011

syalalalala

Resep Aneka Masakan Ikan : Ikan Rica Rica

November 8th, 2009 by admin Apa Komentar Anda untuk Resep Ini?.. »
Ikan Rica RicaBahan Untuk Memasak Ikan Rica-Rica:
  • 1 kg ikan tengiri, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis
  • 7 btg serai, iris halus
  • 1 ruas jari jahe, iris halus
  • 10 lbr daun jeruk purut, iris halus
  • 3 lbr daun pandan, iris halus
  • 4 bh tomat, iris kecil-kecil
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 5 sdm minyak goreng untuk menumis
Bumbu: (haluskan kasar)
  • 10 bh cabai merah
  • 5 bh cabai rawit
  • 3 siung bawang putih
  • 8 btr bawang merah
  • 1 sdt garam
Cara Membuat Masakan Ikan Rica-Rica:
  1. Campur bumbu halus dengan irisan serai, jahe, daun jeruk, dan daun pandan, aduk sampai rata.
  2. Ambil 1/3 bagian bumbu dan lumurkan ke seluruh bagian luar dan dalam ikan, diamkan lebih kurang 15 menit.
  3. Tumis sisa bumbu bersama tomat sampai harum, masukkan ikan berbumbu ke dalam wajan. Siram-siram bumbu ke ikan sambil sekali-sekali dibalik sampai bumbu meresap dan matang. Angkat.
  4. Panggang ikan di atas bara atau panggang dalam oven selama 10 menit sambil diolesi sisa bumbu.
  5. Sajikan selagi panas dengan nasi hangat.
Untuk 4 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 261 Kkal
Protein: 26,7 g
Lemak: 14,6 g
Karbohidrat: 4,6 g
Sumber : Tabloid-nakita.com

ARTIKEL KEBUDAYAAN ASLI BATIK INDONESIA

Nama : Wahyu Aji Wicaksono
NPM :11209193
Kelas : 1EA 13

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa). Yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan  perkembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun menurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini beberapa motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri.
Perempuan-perempuan Jawa dimasa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian sehingga dimasa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul dikenal sebagai batik cap atau batik cetak sementara batik tradisional yang diproduksi dengan tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.
Jadi menurut teknik:
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3  hari.
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.
Sedangkan ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas dan beberapa corak hanya boleh dipakai kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa dan juga mempopulerkan corak phoenix (burung api). Bangsa penjajah Eropa juga berminat pada batik dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah seperti gedung atau kereta kuda termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Tetapi batik tradisional tetap mempertahankan coraknya dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya pada masa Orde baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Sampai akhirnya setiap pegawai harus memakai batik pada setiap hari Jumat.
BATIK

budaya indonesia yang indah bernilai ekonomis tinggi dan indah.